Minggu, 20 November 2016

Pengantar Telematika 3

1.      Apa yang dimaksud dengan video streaming dan jelaskan cara kerjanya
2.      Apa yang dimaksud dengan teleconference dan jelaskan cara kerjanya
3.      Jelaskan tentang teknologi grafis, animasi, dan video

Jawab

1.      Video Streaming terdiri dari 2 suku kata : Video dan Streaming

Video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak. Aplikasi umum dari sinyal video adalah televisi, tetapi dia dapat juga digunakan dalam aplikasi lain di dalam bidang teknik, saintifik, produksi dan keamanan.

Streaming adalah sebuah teknologi untuk memainkan ulang file audio (suara) dan video (gambar diam atau bergerak) secara langsung ataupun dengan pre-recorder dari sebuah mesin server (web server). Dengan kata lain, file audio ataupun video yang terletak dalam sebuah server dapat secara langsung dijalankan pada perangkat sesaat setelah ada permintaan dari user, sehingga proses running aplikasi yang diunduh (download) berupa waktu yang lama dapat dihindari tanpa harus melakukan proses penyimpanan (save file) terlebih dahulu pada media penyimpanan (memory).

Streaming, yaitu teknologi yang dapat menerima serta mengirim informasi dari satu pihak ke pihak lain menggunakan alat yang dapat menerima aliran media streaming tersebut.

Video Streaming adalah sebuah komunikasi yang dilakukan melalui broadcast akses internet untuk menghasilkan sebuah gambar
Cara Kerja :
 Pada awalnya, data dari source (bisa berupa audio maupun video) akan di-capture dan disimpan pada sebuah buffer yang berada pada memori komputer (bukan media penyimpanan seperti harddisk) dan kemudian di-encodesesuai dengan format yang diinginkan. Dalam proses encoding ini, user dapat mengkompresi data sehingga ukurannya tidak terlalu besar (bersifat optional). Namun pada aplikasi streaming menggunakan jaringan, biasanya data akan dikompresi terlebih dahulu sebelum dilakukan streaming, karena keterbatasan lebar pita (bandwitdh) jaringan. Setelah di-encode, data akan di-stream ke user yang lain. User akan melakukan decode data dan menampilkan hasilnya ke layar user. Waktu yang dibutuhkan agar sebuah data sampai mulai dari pemancar sampai penerima disebut dengan latency.

https://amahabas.files.wordpress.com/2012/01/1.jpg
Gambar : Cara Kerja Video Streaming

2.      Teleconference 
adalah sebuah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang terjadi melalui perantara telefon atau koneksi jaringan internet atau juga bisa diartikan komunikasi dua arah yang dilakukan oleh lebih dari satu orang dengan menggunakan teknologi komunikasi atau jaringan computer dengan sarana-sarana penunjangnya. Komunikasi tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan text (chating conference), suara (audio conference) dan menggunakan video (video conference) yang memungkinkan peserta konferensi saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya.

Telekonferensi, dalam telekomunikasi, merupakan pertemuan berbasis elektronik secara langsung (live) di antara dua atau lebih partisipan manusia atau mesin yang dihubungkan dengan suatu sistem telekomunikasi yang biasanya berupa saluran telepon.

Cara Kerja :
Teleconference bekerja dengan menggunakan 3 cara yaitu gan voice activation, continuous presence, atau gabungan dari keduanya.

Pertama-tama pilih software Microsoft Visual C# 2005 yang merupakan Integrated Development Environment (IDE) yang berbasiskan .NET Framework 2.0 SP1. Microsoft Visual C# menyediakan Graphical User Interface (GUI) yang mudah didesain dan memiliki banyak library yang sangat membantu dalam pembuatan sistem. Selain itu, digunakan beberapa library tambahan seperti:
• Microsoft Managed DirectShow
• ConferenceXP RTP Filter
• Microsoft Visual C++ 2005 Redistributable
• Windows Media Player 11 Codec

Pertama kali, user harus memilih jenis IP yang akan digunakan (IPv4 atau IPv6) dengan memilih radio button. Untuk memilih IP address, user dapat mengklik combo box dan memilih IP yang terdapat pada komputer. Setelah itu, user menekan tombol centang yang ada di kanan bawah.
Jika user diperbolehkan untuk bergabung ke dalam konferensi, akan muncul form set destination IP and port. Setelah user mengisi alamat IP dan nomor port, user akan tergabung ke dalam konferensi.

Salah satu aspek yang penting dalam aplikasi video conference adalah penggunaan bandwidth, karena aplikasi ini mengirimkan data berupa gambar dan suara yang memiliki ukuran yang cukup besar, sehingga untuk dapat berjalan dengan lancar, bandwidth yang ada harus mencukupi.

3.      Grafika 
adalah suatu teknik atau cara penyampaian pesan, gagasan, informasi, pikiran, kesan perasaan melalui penggandaan dengan cara dicetak dan disajikan kepada khalayak.

Teknologi Grafika merupakan teknologi yang menciptakan penyampaian informasi ke khalayak dengan suatu teknik yang dicetak

Desain grafis merupakan salah satu bentuk dalam desain yang lebih luas yaitu desain komunikasi visual, karena yang terakhir ini mencakup media yang juga bisa “bergerak” seperti film iklan, multimedia, audio visual, beberapa bentuk di dalam sinematografi, animasi, dan televisi.

https://amahabas.files.wordpress.com/2012/01/pepress1.jpg
Gambar : Perkembangan Teknologi Grafika

Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-“putar” sehingga muncul efek gambar bergerak.
Teknologi animasi, merupakan penciptaan bentuk animasi dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan teknolog sekarang lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi.
Video (“video” yang berarti “Aku lihat”, dari kata kerja bahasa Latin “videre”) merujuk kepada beberapa format penyimpanan gambar bergerak: format video digital, termasuk Blu-ray Disc, DVD, QuickTime, dan MPEG-4; dan video analog, termasuk VHS dan Betamax. Video dapat direkam dan ditransmisikan dalam berbagai media fisik: dalam pita magnetik ketika dicatat sebagai sinyal PAL atau NTSC listrik oleh kamera video, atau dalam MPEG-4 atau media digital DV saat direkam oleh kamera digital.
Sejarah Teknologi video pertama kali dikembangkan untuk sistem sinar katoda tabung televisi, tapi beberapa teknologi baru untuk perangkat tampilan video sejak diciptakan. Standar untuk pesawat televisi dan monitor komputer cenderung berkembang secara mandiri, namun kemajuan dalam kinerja komputer dan penyiaran televisi digital dan rekaman adalah menghasilkan konvergensi standar dan penggunaan konten.
Karakteristik dari pembuatan dengan menggunakan teknologi video
Frame Per Second (FPS)
Frame rate, jumlah gambar diam per unit waktu video, berkisar dari enam atau delapan frame per detik (frame / s) untuk kamera mekanik tua sampai 120 atau lebih frame per detik untuk kamera profesional yang baru. PAL (Eropa, Asia, Australia, dll) dan SECAM (Prancis, Rusia, sebagian Afrika dll) menetapkan standar 25 frame / s, sedangkan NTSC (Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dll) 29,97 menentukan frame / s. Film yang ditembak di frame rate lebih lambat dari 24photograms / s, yang sedikit merumitkan proses mentransfer film video sinematik. Frame rate minimal untuk mencapai ilusi gambar bergerak adalah sekitar lima belas frame per detik.
Interlacing
Video dapat interlaced atau progresif. Interlacing diciptakan sebagai cara untuk mencapai kualitas visual yang baik dalam keterbatasan bandwidth yang sempit. Horizontal scan baris setiap frame interlaced diberi nomor berurutan dan dibagi menjadi dua bidang: bidang aneh (lapangan atas) yang terdiri dari garis bernomor ganjil dan bahkan lapangan (lapangan bawah) yang terdiri dari baris genap. NTSC, PAL dan SECAM adalah interlaced format. Spesifikasi disingkat resolusi video sering termasuk i untuk menunjukkan interlacing. Sebagai contoh, format video PAL sering ditetapkan sebagai 576i50, di mana 576 menunjukkan resolusi garis vertikal, i menunjukkan interlacing, dan 50 menunjukkan 50 bidang (setengah-frame) per detik.Dalam sistem progressive scan, update setiap periode refresh semua scan lines. Hasilnya adalah sebuah resolusi spasial lebih tinggi dan kurangnya berbagai artefak yang bisa membuat bagian-bagian gambar yang diam tampaknya bergerak atau berkedip.Sebuah prosedur yang dikenal sebagai deinterlacing dapat digunakan untuk mengubah arus interlaced, seperti analog, DVD, atau satelit, untuk diproses oleh perangkat progressive scan, seperti TFT-set TV, proyektor, dan panel plasma. Deinterlacing tidak bisa, bagaimanapun, menghasilkan kualitas video yang setara dengan benar progressive scan bahan sumber.
Display Resolution
Ukuran gambar video diukur dalam pixel untuk video digital, atau scan garis horisontal dan garis vertikal resolusi untuk video analog. Dalam domain digital (misalnya DVD) televisi definisi standar (SDTV) ditetapkan sebagai 720/704/640 × 480i60 untuk NTSC dan 768/720 × 576i50 untuk PAL atau SECAM resolusi. Namun dalam domain analog, jumlah scanlines terlihat tetap konstan (486 NTSC/576 PAL), sedangkan pengukuran horisontal bervariasi dengan kualitas sinyal: sekitar 320 pixel per Scanline untuk kualitas VCR, 400 piksel untuk siaran TV, dan 720 pixel sumber DVD. Aspek rasio dipertahankan karena non-square “piksel”. televisi definisi tinggi baru (HDTV) mampu resolusi hingga 1920 × 1080p60, yaitu 1920 pixel per scan scan baris demi baris 1080, progresif, pada 60 frame per detik. Resolusi video-video untuk 3D diukur dalam voxels (volume elemen gambar, yang mewakili nilai dalam ruang tiga dimensi). Misalnya 512 × 512 × 512 resolusi voxels, sekarang digunakan untuk sederhana-3D video, dapat ditampilkan bahkan pada beberapa PDA.


Aspect Ratio
Ukuran gambar video diukur dalam pixel untuk video digital, atau scan garis horisontal dan garis vertikal resolusi untuk video analog. Dalam domain digital (misalnya DVD) televisi definisi standar (SDTV) ditetapkan sebagai 720/704/640 × 480i60 untuk NTSC dan 768/720 × 576i50 untuk PAL atau SECAM resolusi. Namun dalam domain analog, jumlah scanlines terlihat tetap konstan (486 NTSC/576 PAL), sedangkan pengukuran horisontal bervariasi dengan kualitas sinyal: sekitar 320 pixel per Scanline untuk kualitas VCR, 400 piksel untuk siaran TV, dan 720 pixel sumber DVD. Aspek rasio dipertahankan karena non-square “piksel”. televisi definisi tinggi baru (HDTV) mampu resolusi hingga 1920 × 1080p60, yaitu 1920 pixel per scan scan baris demi baris 1080, progresif, pada 60 frame per detik. Resolusi video-video untuk 3D diukur dalam voxels (volume elemen gambar, yang mewakili nilai dalam ruang tiga dimensi). Misalnya 512 × 512 × 512 resolusi voxels, sekarang digunakan untuk sederhana-3D video, dapat ditampilkan bahkan pada beberapa PDA.
Color Space dan Bits Per Channel
Contoh warna pesawat U-V, nilai Y = 0,5
nama model Warna menggambarkan representasi warna video. YIQ digunakan di televisi NTSC. Ini berhubungan erat dengan YUV digunakan dalam skema dan televisi NTSC PAL dan skema YDbDr digunakan oleh televisi SECAM. Jumlah warna yang berbeda yang dapat diwakili oleh sebuah pixel tergantung pada jumlah bit per pixel (bpp). Sebuah cara yang umum untuk mengurangi jumlah bit per pixel dalam video digital adalah dengan subsampling kroma (misalnya 04:04:04, 04:02:02, 4:02:00 / 4:01:01).
Video Quality
Kualitas video dapat diukur dengan metrik formal seperti PSNR atau dengan kualitas video subjektif menggunakan observasi ahli. Kualitas video subjektif dari sistem pengolahan video dapat dievaluasi sebagai berikut: Pilih urutan video (dengan SRC) digunakan untuk pengujian. Pilih pengaturan sistem untuk mengevaluasi (di HRC). Pilih metode uji untuk bagaimana mempresentasikan urutan video ke ahli dan untuk mengumpulkan peringkat mereka. Undangan cukup banyak ahli, sebaiknya tidak kurang dari 15. Melaksanakan pengujian. Hitung rata-rata nilai untuk setiap HRC berdasarkan peringkat para ahli ‘. Banyak metode video kualitas subjektif dijelaskan dalam BT.500 rekomendasi ITU-T. Salah satu metode standar adalah Double Stimulus Penurunan Skala (DSIS). Dalam DSIS, masing-masing ahli video referensi pandangan tak terhalang diikuti oleh versi gangguan dari video yang sama. ahli kemudian tingkat gangguan video menggunakan skala mulai dari “gangguan yang tak terlihat” untuk “gangguan sangat mengganggu”.
Video Compression Method
Berbagai macam metode digunakan untuk kompresi video stream. Video berisi data redundansi spasial dan temporal, sehingga tidak dikompresi video stream yang sangat tidak efisien. redundansi Secara umum, spasial berkurang dengan mendaftarkan perbedaan antara bagian-bagian dari sebuah frame tunggal; tugas ini dikenal sebagai kompresi intraframe dan berkaitan erat dengan kompresi gambar. Demikian juga, redundansi temporal dapat dikurangi dengan mendaftarkan perbedaan antara frame; tugas ini dikenal sebagai kompresi interframe, termasuk gerakan kompensasi dan teknik lainnya. Standar modern yang paling umum adalah MPEG-2, digunakan untuk DVD dan televisi satelit, dan MPEG-4, digunakan untuk video di rumah.

Bit Rate
Tingkat Bit adalah ukuran tingkat konten informasi dalam aliran video. Hal ini dihitung dengan menggunakan bit per detik (bit / s atau bps) unit atau Megabits per detik (Mbit / s). Tingkat bit yang lebih tinggi memungkinkan kualitas video yang lebih baik. VideoCD Misalnya, dengan bit rate sekitar 1 Mbit / s, adalah kualitas lebih rendah daripada DVD, dengan bit rate sekitar 5 Mbit / s. HD (High Definition Digital Video dan TV) memiliki kualitas yang lebih tinggi, dengan bit rate sekitar 20 Mbit / s. laju bit variabel (VBR) adalah suatu strategi untuk memaksimalkan kualitas video visual dan meminimalkan bit rate. Pada adegan gerak cepat, bit rate bit variabel menggunakan lebih dari itu tidak pada adegan gerak lambat dari durasi yang sama belum mencapai kualitas visual yang konsisten. Untuk real-time dan non-buffered video streaming saat bandwidth yang tersedia adalah tetap, misalnya dalam videoconference disampaikan pada saluran bandwidth tetap, kecepatan bit konstan (CBR) harus digunakan.
Stereoscopic
Stereoscopic video dapat dibuat menggunakan beberapa metode yang berbeda:
dua saluran – saluran yang tepat untuk mata kanan dan saluran kiri untuk mata kiri. Kedua saluran dapat dilihat secara simultan dengan menggunakan polarisasi filter cahaya 90 derajat off-axis dari satu sama lain pada dua proyektor video. Saluran secara terpisah ini terpolarisasi dilihat memakai kacamata dengan filter polarisasi yang sesuai. satu saluran dengan dua warna overlayed kode lapisan. Teknik Lapisan ini kiri dan kanan kadang-kadang digunakan untuk siaran jaringan, atau baru “anaglyph” rilis 3D film di DVD. Wikipedia Merah / gelas plastik Sian menyediakan sarana untuk melihat gambar discretely untuk membentuk pandangan stereoscopic isi. Satu saluran dengan bergantian kiri / kanan frame untuk setiap mata, menggunakan kacamata LCD shutter yang membaca sinkronisasi frame dari VGA Display Data Channel untuk masing-masing secara bergantian menutup mata, sehingga mata yang tepat melihat bingkai yang benar. Metode ini paling umum dalam aplikasi komputer virtual reality misalnya di dalam Gua Otomatis Virtual Lingkungan, tapi mengurangi framerate video yang efektif sampai setengah dari normal (misalnya, dari 120Hz ke 60Hz). Blu-ray Disc sangat meningkatkan ketajaman dan detail efek 3D dua-warna dalam program kode warna stereo. Lihat artikel stereoskopi dan film 3D.


Sumber : fyimobile.blogspot.co.id

Minggu, 30 Oktober 2016

Pengantar Telematika 2

1.      Jelaskan tentang perkembangan jaringan komputer sebagai sarana yang digunakan dalam proses telematika!

a.       Periode Rintisan
Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikan pun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984.
Setahun sebelumnya di Amerika Serikat, tepatnya tanggal 1 Januari 1983, internet diluncurkan. Sejak ARPAnet (Advance Research Project Agency) dan NSFnet (National Science Foundation) digabungkan, pertumbuhan jaringan semakin banyak, dan pada pertengahan tahun, masyarakat mulai memandangnya sebagai internet.
Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Jhonny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat "pesan" berbasis "unix", "ethernet", pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun- tahun tersebut, istilah "unix", "email", "PC", "modem", "BBS","ethernet", masih merupakan kata-kata yang sangat langka.

b.      Periode Pengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.
Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salah satu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.
Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional - tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998. Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Disaat keterbukaan yang diusung gerakan moral reformasi, stasiun televisi yang syarat informasi seperti kantor berita CNN dan BBC, yakni Metro Tv, hadir pada tahun 1998. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan gegap gempita dalam menyongsong tahun 2000, abad 21, menarik banyak masyarakat Indonesia untuk tidak mengalami kesenjangan digital (digital divide).

c.       Periode Aplikasi
Reformasi yang banyak disalah artikan, melahirkan gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah. Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millennium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mulai dilaksanakan, diaplikasikan. Pada pihak lain, semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.
Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal "top-down" direalisasikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
Selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis. Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya.

2.      Jelaskan tentang perkembangan teknologi wireless yang meliputi hardware, sistem operasi, dan program aplikasi yang digunakan pada perangkat wireless!
a.       Hardware yang digunakan pada wireless
·         Hardware Access Point + plus
Perangkat standard yang digunakan untuk access point. Access Point dapat berupa perangkat access point saja atau dengan dual fungsi sebagai internal router.

·         PCMCIA Adapter
Alat ini dapat ditambahkan pada notebook dengan pada PCMCIA slot. Model PCMCIA juga tersedia dengan tipe G atau double transmit.
·         USB Wireless Adaptor
Alat ini mengambil power 5V dari USB port. Untuk kemudahan USB WIFI adapter dengan fleksibel ditempatkan bagi notebook dan PC.
·         USB Add-on PCI slot
Perangkat ini umumnya diberikan bersama paket mainboard untuk melengkapi perangkat WIFI pada sebuah computer. Sama kemampuannya dengan PCI card wireless network tetapi mengunakan jack USB internal pada mainboard termasuk pemakaian power diambil dari cable tersebut.
·         Mini PCI bus adapter
PCImini bus adalah slot PCI yang disediakan pada notebook dan pemakai dapat menambahkan perangkat seperti WIFI adaptor didalam sebuah notebook.
·         PCI card wireless network
PCIcard Wireless network dapat juga berupa sebuah card WIFI yang ditancapkan pada slot computer atau dengan mengambil power dari USB tetapi dipasangkan pada PCI slot. Perangkat Wireless network dapat juga diaktifkan menjadi Access point. Perangkat jenis PCI card dipasangkan permanen pada sebuah desktop PC.

b.      Program aplikasi yang digunakan pada wireless
·         Wireless Wizard
Meningkatkan keandalan dan penggunaan dari setiap WiFi, WiMAX, LTE, 3G atau jaringan data nirkabel.
·         Easy wifi radar
Untuk menemukan dan terhubung untuk membuka jalur akses nirkabel dengan mouseclick tunggal. Terhubung ke hotspot gratis tanpa kerumitan.
·         Advanced port scanner
Dapat memindai port sangat cepat, berisi deskripsi untuk port umum, dan dapat melakukan scan pada rentang port yang telah ditentuk.

3.      Jelaskan dan gambarkan fitur layout telematika!
Pada dasarnya, fitur layout telematika terbagi 6 macam fitur layanan antara lain :
a.      Head Up Display System
Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. Walaupun HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer, sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya.
b.      Tangible User Interface
Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.
c.       Computer Vision
Computer Vision (komputer visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra (gambar). Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan video, pandangan deri beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari hasil pemindaian medis.
d.      Browsing Audio Data
Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut :
·         Menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode
identifikasi yang disimpan dalam kamera IP
·         Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name
Server) oleh program aplikasi
·         Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan
IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat
server pribadi
·         Compile ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk
mendapatkan video / audio data yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server
layanan menangkap video / audio data melalui Internet.
e.       Speech Recognition
Dikenal juga dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition). Merupakan salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan (hebat, padahal kalo lagi di dikte sama dosen juga kita bisa ngubah suara jadi tulisan). Istilah ‘voice recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech recognition dimana sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti pada kasus perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana terdapat aspek dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa orang yang berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yang orang itu bicarakan. Speech recognition merupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan pembicaraan siapa saja.
f.        Speech Synthesis
Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.

4.      Jelaskan bagaimana cara pengamanan layanan telematika dilihat dari aspek jaringan, baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel!
Cara pengamanan layanan telematika yang dilihat dari aspek jaringan computer yang menggunakan kabel atau wireless itu ada 4 yaitu :

a.      Layanan Telematika di Informasi (information Service)
Pengertian layanan informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Informasi dapat disajikan dalam berbagai format seperti: teks, gambar, audio, maupun video. Beberapa contoh dari layanan informasi adalah : M – Commerce, GPS, News and weather, Stock Information, Telematik Terminal, Jasa pelayanan internet, Informasi lalu lintas terbaru, Layanan Keamanan.
b.      Layanan keamanan
adalah suatu yang sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah terhapus atau hilang. Sistem dari keamanan ini juga membantu untuk mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Contoh: Emergency Rescue with 911, Car Location Tracing (Thief-proof).
c.       Layanan Context – Aware – Event Base
Context Aware atau context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Contoh: Vehicle Diagnostic Service, Car Insurance based on driving statistic.
d.     Layanan Perbaikan Sumber
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umumnya. Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal. Contoh: Yellow Pages Service.

Nama            : Rendhy Bhaskara Saputra
NPM              : 17113384
Kelas             : 4KA22


Jumat, 30 September 2016

Pengantar Telematika 1

Definisi Telematika
            Kata Telematika berasal dari bahasa Perancis “TELEMATIQUE” yang berarti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai (the new hybrid technology) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi.

MEDIA KOMUNIKASI YANG DIGUNAKAN PADA TELEMATIKA
Adapun beberapa media komunikasi yang sering digunakan pada Telematika adalah sebagai berikut :
1. Internet
Internet merupakan salah satu media utama dalam telematika, mengapa? Karena dengan internet, manusia dapat berkomunikasi satu sama lain. Internet dapat menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya. Dengan internet, kita dapat bertukar email maupun chatting atau hanya sekedar browsing untuk mendapatkna sebuah informasi.
2. Handphone atau Smartphone
Media lainnya adalah telepon, karena telepon merupakan salah satu media komunikasi sehingga telepon bisa juga menjadi media dalam telematika. Apalagi, sekarang ini telepon sudah menjadi perangkat pintar yang dapat melakukan berbagai fungsi. Diantaranya bisa melakukan chatting maupun browsing.
3. Komputer
Komputer merupakan media teknologi informasi dimana media ini juga dapat digunakan pada telematika.

4. Radio
Radio merupakan media informasi, sehingga dapat pula digunakan pada telematika.
Sebenarnya, masih banyak lagi media yang digunakan dalam telematika, seperti satelit yang memancarkan sinyal digital untuk disebarkan ke media-media telekomunikasi diatas, kemudian media-media lain yang tidak dapat disebutkan yang sangat berkaitan dengan kegiatan telekomunikasi, teknologi, dan informasi.

Perkembangan Telematika Sebelum Dan Sesudah Internet Muncul

Perkembangan telematika sebelum internet muncul

        Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan Telematika hingga saat ini. Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisipada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronikmelalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957.

        Perkembangan teknologielektronika, yang merupakan cikal bakal Telematika saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler.

          Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.

Perkembangan telematika setelah internet muncul

               Teknologi Digital yang merupakan dasar dari teknologi Intenet memiliki kelebihan sebagai medium komunikasi, dibanding teknologi yang berdasar analog. seperti televisi, radio dan koran cetak. Kelebihan tersebut antara lain: adanya interaksi, pergantian isi pesan dapat dilakukan dengan cepat dan isi pesan dapat berupa teks, gambar, video danInternet masuk ke Indonesia pertama kali tahun 1990 melalui perantara Wikipedia.com, meskipun sejarah internet sudah ada sejak tahun 70-an. Sebelum masuk ke kawasan Asia, tentu internet telah menjelajah benua lainnya seperti Eropa dan telah meninggalkan jejak EuropaNET dan EBONE. Awal kemunculannya di Indonesia tidak begitu terkenal, para pemakai internet pun masih bersifat terbatas hanya pada kategori hobby. Namun pada perkembangannya mulai muncul ide untuk membangun infrastruktur telekomunikasi internet.

                Sekitar tahun 1994 dioperasikan IndoNet sebagai ISP pertama di Indonesia yang bisa dikata sebagai trobosan yang berani, karena saat itu POSTEL kurang mengetahui celah dari internet. Pada tahun 1995, pengguna internet dapat mengakses dengan menggunakan HTTP, dimana Clarissa menjadi provider Indonesia yang memberikan jasa akses Telbet ke luar negeri.

               Pada 1988, salah satu perusahaan Inggris (CIX) menawarkan E-mail dan Newsgroup kepada Indonesia dan sekaligus menawarkan jasa HTTP dan FTP. Pada tahun 1989 kembali perusahan AS menawarkan hal serupa. Berkat adanya tawaran tersebut pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan.  Semua kemudahan yang diberikan tak lepas dari teknologi jaringan internet itu sendiri. Konsep global village yang dikemukakan Mc Luhan menyatakan bahwa suatu saat nanti informasi sangat terbuka dan dapat di akses semua orang. Global village terjadi karena adanya penyebaran informasi yang cepat di masyarakat, penyebarannya pun menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Seiring berjalannya waktu konsep ini kembali menjadi trend di masa kini, yaitu teknologi komunikasi (internet). Konsep yang diusung global village ternyata membawa dampak dalam perkembangannya. Dampak positif yang kita rasakan ketika dapat mengetahui kabar seseorang di tempat lain, atau berkomunikasi dengan orang yang jaraknya sangat jauh dengan kita. Adapun dampak negatifnya yaitu kita menjadi “pecandu” internet yang lebih sibuk di dunia maya dibandingkan dengan dunia nyata.

            Digital Divide adalah hal yang selalu berkembang seiring dengan berjalannya waktu dan sifatnya berlapis, keberadaanya dibagi menjadi 2 kubu yang memiliki argument berbeda. Yang pertama menjelaskan bahwa kesenjangan digital akan memudar seiring dengan waktu, yang kedua justru berpendapat bahwa digital devide akan terus ada sesuai dengan pengindikasian yang stabil. Perbedaan ini membuat digital divide berada pada wilayah kesenjangan yang baik/tidak dan dapat diatasi/tidak. Selanjutnya adalah information superhighway, media yang memungkinkan kecepatan informasi untuk menerima data, video, dll.  Internet memiliki fungsi yang spektakuler dalam membantu kehidupan manusia. Dengan menggunakan internet, kita dapat berkomunikasi dengan orang yang jaraknya jauh hanya dengan menggunakan kemudahan yang disediakan internet, baik secara face to face atau tidak. Tidak hanya itu, berbagai informasi, berita, film, musik, dan lainnya dapat dinikmati dari internet tentunya dengan menggunakan situs website yang sesuai. Selain bisa mendapatkan informasi, kita juga dapat memasukan informasi yang bermanfaat bagi orang lain dengan menggunakan blog yang tersedia.

             Saat ini, internet dapat menjadi lahan bisnis yang menguntungkan banyak produsen dari suatu produk dengan melakukan pemasaran menggunakan media internet. Berbagai manfaat ini pun tidak hanya dirasakan masyarakat, namun industri media juga merasakaannya. Mereka dapat mengakses berbagai informasi dengan cepat.


Harapan Adanya Telematika Di Indonesia

            Mungkin Harapan dengan adanya telematika di Indonesia saat ini adalah semakin menyempurnakan kemudahan dalam proses mendapatkan informasi semakin cepat, Transparasi dalam Informasi, Informasi dapat diketahui siapa saja karena adanya keterbukaan, Kemudahan dalam memperoleh data, Dengan adanya perkembangan telematika kita dapat memperoleh data dan Informasi dari berbagai sumber, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, Penghematan Waktu. Orang tidak perlu lagi mengorban waktu untuk mengantri lama dalam melakukan transaksi keuangan tetapi cukup dengan melakukan transaksi melalui internet atau ponsel genggam. Serta pemerataan infrastruktur di Indonesia, tidak hanya kota – kota besar saja yang dapat menikmati teknologi tetapi juga desa – desa terpencil diberikan pembelajaran bagaimana cara menggunakan teknologi sehingga mereka yang tinggal di daerah terpencil juga dapat menikmati teknologi yang berkembang. Namun berkembangnya teknologi ini harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab dan tidak melanggar norma – norma yang berlaku, perbaikan dan penegasan UU ITE juga secepatnya dilakukan oleh pemerintah. Kemudian pemberlakuan sistem komunikasi bergerak (mobile) LTE di Indonesia, supaya Indonesia tidak tertinggal dengan negara – negara lain dan kecepatan akses data dapat meningkat.

Faktor faktor yang mempengaruhi layanan telematika dapat dengan mudah di akses

            Faktor Layanan Komunikasi, di Negara Indonesia semakin mengalami perbaikan dari segi layanan dan Tarif yang di tawarkan oleh setiap provider yang berada dibawah rata rata dari segi kecepatan dan layanan, di banding negara lain.

            Faktor Keamanan, Belum lama ini terjadi aksi sadap anatar pemerintahan Australi dan Indonesia yang berhasil menembus pertahanan telekomunikasi kepala negara Indonesia, hal ini sangat mengkhawatirkan karena sebegitu mudahnya pertahanan negara dapat ditembus oleh negara lain, 

            Faktor Wilayah, cukup mempengaruhi layanan Telematika untuk semakin mudah di akses, contohnya, bandingkan saja untuk akses layanan di Kota Jakarta dengan di Papua, jelas perbedaannya (dari kecepatan dan juga tarif yang di tentukan oleh Provider atau Penyedia Layanan Jasa), hal ini di karenakan wilayah Terindah di Indonesia (Papua) itu masih sulit untuk dijangkau dan sulit untuk diakses.

            Faktor pengguna (User), jika semakin mengerti usernya, semakin mudah (harusnya) untuk menikmati Layanan Maksimal dari Telematika tersebut, dan jika usernya kurang memajami maka sulitnya juga untuk menikmati layanan tersebut.

Nama   : Rendhy Bhaskara Saputra
NPM   : 17113384
Kelas   : 4KA22



Sumber            :